Minggu, 07 Februari 2010

Pemuda Ohoitel Kota Tual Terlibat Bentrok, Satu Luka - Luka

Tual Vox Populi,- Buntut bentrok antar dua kelompok pemuda satu Desa yakni Desa Ohoitel dan Dusun Watraan, rabu (3/2), mengakibatkan satu warga kampung Ohoitel, Ilias Atbar (16 ), mengalami luka – luka, diduga bacokan alat tajam. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warga masyarakat setempat, pemuda dua kampung terlibat adu fisik, bermula dari acara pesta yang dilaksanakan di Dusun Watraan. Belum diketahui, siapa yang memulai insiden itu, namun sesuai keterangan warga masyarakat, kalau korban Ilias Atbar pada malam kejadian tersebut, menjadi tumbal, sebab yang bersangkutan ketika melintas, diduga beberapa oknum pemuda Dusun Watraan, mencegat korban lalu menganiaya korban sampai bermandikan darah. Korban Atbar pada kamis pagi 4/2-2010 ditemukan warga tergeletak ditepi pantai antara dua kampung dalam kondisi tubuh dipenuhi dengan luka akibat bacokan alat tajam. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum ( RSU ) Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapat pertolongan medis. Berdasarkan hasil yang idintefikasi petugas medis setempat, korban diduga kuat dianiya dengan alat tajam, seperti parang dan pisau, karena terlihat pada belakang leher, tulang belakang, paha dan tumit, luka yang diderita begitu besar. Ratusan Pemuda Ohoitel Serang Watraan Atas insiden ini, Ratusan Pemuda kampung Ohoitel tidak menerima baik, sehingga pada kamis ( 4/2 ), mereka secara beramai – ramai mendatangi warga kampung Watran kecamatan Dullah Utara/kota Tual untuk menuntut pertanggungjawaban oknum pemuda di kampung itu. “ kami bersedia mundur, dan tidak anarkis, jika oknum pemuda yang aniaya Atbar harus digiring ke Mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya “ teriak para Pemuda Kampung Ohoitel. Mendapat laporan warga, Pihak Kepolisian Polres Malra mengambil tindakan cepat, dengan menurunkan dua regu keamanan dari Brimob untuk menghalau aksi ratusan pemuda Ohoitel, yang hendak melakukan penyerangan ke Dusun Watraan. Dalam aksi itu, empat orang pemuda kampung harus digiring ke Mapolres Maluku Tenggara untuk dimintai keterangan. Kapolres Malra, AKBP Saiful Rahman S.Ik, ketika dikonfirmasi kamis, membenarkan insiden antar kedua pemuda kampung itu. Kata Kapolres, kejadian itu bermula dari pesta syukuran yang dilaksanakan didusun Watraan rabu malam (3/2). “ benar, pemuda Ohoitel – Watraan terlibat bentrok “ tandasnya. Menurut Kapolres, acara pesta yang digelar di Dusun Watraan, pada malam itu, menyebabkan tindakan penganiayaan yang dilakukan sejumlah pemuda kampung Watraan terhadap salah satu pemuda Ohoitel atas nama Elyas Atbar. “ Korban ditemukan warga di Pantai Desa Ohoitel dalam keadaan kritis akibat luka bacok dibagian Kepala, belakang, paha dan tumit, lalu selenjutnya dilarikan kesalah satu rumah warga desa Ohoitel untuk dibawah ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun Langgur “ ujarnya. Kapolres, Saiful Rahman mengaku, sebelum korban ke rumah sakit, dengan terhentak-hentak dan dalam kondisi berlumuran darah korban menjerit mengaku kalau yang melakukan penganiayaan terhadap dirinya, adalah sejumlah pemuda dari dusun Watraan.” Melihat kondisi tubuh korban yang diselumuti darah akibat luka bacok , akhirnya warga Desa Ohoitel naik pitam dan nyaris menyerang Watraan “ ungkapnya. Amukan warga berhasil dihentikan akibat kerja keras Polres Malra dan Satuan Anggota Bigade Mobil (Brimob) yang turun lapangan mengamankan situasi. Ditegaskan, Kondisi terakhir dua Kampung saat ini, sudah membaik. “ saya harap kondisi kondusif ini, mari kita jaga bersama dalam nuansa kekeluargaan, jangan kita buka ruang bagi bagi pihak ketiga atau penumpang gelap yang hendak menumpang dan atau memanfaatkan situasi untuk memprofokasi keadaan “ harap Kapolres. Kapolres juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Watraan bersama para tokoh Agama Tokoh Masyarakat yang telah bekerja sama untuk menyerahkan para pelaku. Dikatakan, Para Pelaku saat ini sedang dalam penyelidikan di Polres Malra dan jika dalam pemeriksaan nanti tidak terbukti adanya tindakan penganiayaan maka mereka akan di pulangkan.(anox, nery rahabav. Koran Vox Populi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar