Selasa, 03 Mei 2011

HUT PKK dan Bulan Bakti Gotong Royong Pemprov Maluku Tahun 2011 di Pusatkan di Ohoililir

Suasan Kota Elat, Kei Besar di Sore hari, pemandangan yang indah. ( dok. Koran Vox Populi )


Vox Populi, Langgur – Dalam rangka hari Ulang Tahun PKK dan pencanangan bulan bhakti gotong royong Propinsi Maluku yang dipusatkan di Ohoi ohoililir, selasa tanggal 3 mei 2011 Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Malra, maka team penggerak PKK Kabupaten Malra menggelar berbagai kegiatan menyongsong dua hajatan besar tersebut.
Wakil Ketua Team Penggerak PKK Kabupaten Malra, Dra. Ny. M. Serang kepada Vox Populi mengaku dipilihnya  desa ohoililir, pusat dua kegiatan itu, karena kampung onyek wisata itu baru- baru ini ditetapkan sebagai desa teladan yang  yang mewaliki Provinsi Maluk ke Tingkat Nasional. “ kami melihat desa Ohoi Lilir sebagi kampung strategis, olehnya itu pusat kegiatan HUT PKK dan bulan bhakti gotong royong dilaksanakan disana, apalagi disitu terkenal sebagai pusat kegiatan wisata  “ ungkap Serang.
Dikatakan, sebagai tuan rumah, Tim PKK Kabupaten Malra juga menggelar berbagai kegiatan lokal seperti jambore. “ sebenarnya kegiatan ini dilaksanakan tanggal 4 maret 2011, namun karena perubahan dari provinsi, sehingga diundurkan hingga tanggal 4 mei 2011” ujar Wakil Ketua Team Penggerak PKK Kabupaten Malra.
Serang memastikan, kegiatan Bakti Gotong Royong dibuka resmi Gubernur Maluku, Albert Ralahalu sedangkan Jambore, akan dibuka oleh Ketua Team Penggerak PKK Maluku, Ny. S. Ralahalu. Kegiatan Jambore digelar di Stadion Maren Langgur selama dua hari. “ Tim PKK Kabupaten Malra setiap bulan melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat di desa-desa, bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan perempuan “ ungkapnya.
KDT Menonjol
Wakil Ketua Team Penggerak PKK Kabupaten Malra, Dra Ny. M. Serang juga mengungkapkan kalau selama ini tingkat kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) semakin meningkat dan menonjol, olehnya itu sosialisasi yang dilakukan pada setiap Ohoi, untuk meminimalisir KDRT tersebut. “ kenyataan yang kami lihat di masyarakat  bahwa KDRT itu menonjol di desa kebanyakkan juga menonjol di kota,karena selama ini kami turun sosalisai desa ternyata KDRT tidak menonjol dides-desa “ ujar Serang. 
(Nery Rahabav, Koran Vox Populi )

Letelay Jabat Plt Kadis Perikanan Malra

Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan Malra, Ny. B.L   Letelay. ( dok Koran Vox Populi )


Vox Populi, Langgur – Ny. B.L. Letelay, yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara, akhirnya secara resmi pada sabtu pagi 30 april 2011 menduduki jabatan baru sebagai plt. Kadis Kelautan dan perikanan, menggantikan pejabat lama yang memasuki massa pensiun.
Acara serahterima jabatan itu dipimpin langsung Wakil Bupati Malra, Drs. Yunus Serang di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara, pada Kompleks Pasar Langgur.
Letelay kepada Pers usai acara serahterima jabatan itu mengakui implementasi visi – missi Bupati dan Wakil Bupati Malra dalam RPJMD yang menjadikan sektor Kalautan dan perikanan sebagai sektor andalan belum berjalan maksimal, karena berbagai kendala internal dan eksternal yang dihadapi. “ kita punya konsep pengembangan budidaya, perikanan tangkap, pengolahan dan pemasaran hasil, serta pengawasan, pengendalian sumber daya kelautan dan perikanan, namun potensi yang ada belum optimal kita manfaatkan karena berbagai kendala yang dihadapi “ tandas Letelay.
Menyoal tentang kontribusi sektor kelautan dan perikanan dalam menyumbang pendapatan asli daerah, Plt. Kadis Perikanan mengatakan pihaknya menyadari sungguh kalau selama kurung waktu tiga tahun terakhir, pihaknya belum banyak berbuat. “ olehnya itu ke depan kami punya konsep untuk lebih maju lagi, yaitu semua staf Dinas Perikanan akan berkoloborasi untuk saling mendukung berbagai program yang akan diturunkan kepada masyarakat, yakni mendorong program pemberdayaan nelayan untuk meningkatkan kesejatraan masyarakat “ kata Letelay.
Dikatakan, selama ini kontribusi Dinas Kelautan dan Perikanan dalam menyalurkan bantuan paket pemberdayaan kepada para nelayan di daerah ini sangat besar, namun banyak kendala dan permasalahan yang ditemui dilapangan.   “ kami berusaha untuk meminimalisir semua kendala dan permasalahan yang dihadapi, bila perlu itu menjadi dorongan bagi kami untuk tetap bersemangat dan maju terus dalam memberdayakan para nelayan “ ujarnya.
Kata dia, kendala yang dihadapi seperti contoh infrastruktur dan sarana prasarana yang terbatas, akan segera diperbaharui dan ditingkatkan di massa kepemimpinanya. “ kita akan upayakan sertifikasi lahan dan memfasilitasi para nelayan dengan pihak perbankan, untuk bisa menikmati fasiltas kredit usaha rakyat ( KUR ) dalam menunjang program pemberdayaan di sektor kelautan dan perikanan “ targetnya. ( Nery Rahabav, Koran Vox Populi )

Anak Djohar Tersingkir, Panitia dan Pelatih MTQ Dullah Selatan Dituding Tak Punya Moral Keislaman

Rustam Djohar, orang tua yang kecewa dengan kinerja panitia dan pelatih MTQ Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual ( dok. Koran Vox Populi )


Vox Populi, Tual – Panitia MTQ tingkat kecamatan Dullah Selatan, bersama para pelatih dan semua yang terlibat dalam kegiatan keagamaan itu dituding tidak punya moral dan hati nurani sebagai seorang umat muslim sejati yang taat beribadah, pasalnya  Zovna  Djohar ( 10 ), juara I Tartil Puteri tingkat kecamatan Dullah Selatan yang telah dipersiapkan untuk mengikuti lomba MTQ ke 2 Kota Tual tanggal 30 april – 3 mei 2011, secara tiba – tiba disingkirkan, lalu diganti panitia dan pelatih MTQ dengan peserta lainya, tanpa alasan jelas.
Tudingan dan kekesalan itu datang dari pihak orang tua, Rustam Djohar  kepada pers, sabtu 30 april 2010. Djohar mengaku sangat kecewa dengan prilaku oknum – oknum pantia MTQ tingkat kecamatan Dullah Selatan beserta para pelatih yang dinilai tidak punya moral keislaman selaku umat muslim yang taat beribadah, sebab perbuatan mereka telah menyakitkan hati anak dan keluarganya. “ kemarin saya kembalikan piala anak saya kepada panitia dan pelatih, sebab tidak ada artinya anak kami tidak diikutserkan dalam lomba MTQ tingkat 2 kota Tual. Saya berharap kepada bapak Walikota Tual agar panitia dan semua yang terkait harus dipanggil lalu dimintai keterangan soal ini, sebab selaku orang tua sangat kecewa “ kesal Djohar.
Pemilik koran Media Tenggara, salah satu media cetak lokal terkemuka yang ada di Kabupaten Malra dan Kota Tual itu mempertanyakan esensi dan makna dari penyelenggaraan MTQ 2 Kota Tual, seperti yang disampaikan Walikota Tual yakni mencari kader – kader generasi muda terbaik di bidang baca al -quran, namun dalam prakteknya sangat jau dari harapan umat  muslim. “ anak kecil juga ketahui, peserta terbaik dalam event MTQ adalah peserta yang menjuarai lomba MTQ tingkat kecamatan, kabupaten / kota sampai nasional, sekarang tanpa alasan jelas panitia dan pelatih MTQ Dullah Selatan saling tuding soal ini, menurut pelatih, yang menentukan peserta lomba tingkat kota Tual adalah panitia, sebaliknya dari panitia mengelak dengan mengatakan penentuan peserta ada ditangan pelatih, ini sangat tidak jelas “ ungkap Rustam Djohar.
Dia menilai, apa yang dipertontonkan panitia dan pelatih MTQ Dullah Selatan, menunjukan kalau mereka membungkus diri dari luar dengan al – quran dan rajin tunaikan sholat lima waktu, sehingga dikenal sebagai seorang muslim sejati, taat beribah, dan berhati mulia, namun dalam prakteknya mereka tidak lebih dari orang – orang yang tak beragama, karena memiliki moral bejat dan berhati kotor. “ kejadian seperti ini menjadi penilaian miring masyarakat, kalau Pemkot Tual selaku penyelenggaraan MTQ 2 Kota Tual sudah tidak benar, namun saya ketahui persis bagaimana carakter bapak Walikota Tual yang tidak menginginkan hal – hal seperti ini terjadi “ ujarnya.
Dikatakan, kalau anaknya sebagai juara I Tartil puteri MTQ tingkat kecamatan Dullah Selatan, tidak diikutsertakan dalam lomba MTQ 2 Kota Tual, maka yang jelas pada penyelenggaraan event itu di tingkat kecamatan, ada kesalahan yang dibuat para dewan hakim, olehnya itu Walikota Tual harus memanggil pantia dan pelatih untuk dimintai pertanggungjawaban. “ saya menduga ada niat buruk yang dilakukan panitia ataupun pelatih MTQ Dullah Selatan, untuk menggantikan anak saya dengan keluarga, dan famili terdekat meraka, kita akan lihat pada lomba tartil puteri nanti “ tandas Rustam Djohar.
Dirinya tidak setuju dengan prilaku dan mental panitia penyelenggara MTQ tingkat kecamatan Dullah Selatan, sebab ini ada upaya mengkebiri dan membunuh carakter serta kreatifitas anak dalam berekspresi sesuai kreasi dan kemampuan yang dimiliki.  “ awalnya, anak kami ikut lomba MTQ kecamatan, tidak ada niat dari kami maupun guru mengaji di taman pengajian A- Zamsia di UN – BTN untuk meraih juara, namun selaku orang tua tetap memberikan motifasi kepada anak untuk berani tampil ke depan. Alhamdulila .. dalam penilaian hakim yang berderet begitu panjang, menilai dia sebagai juara satu lomba tartil puteri kecamatan Dullah Selatan, namun bagi saya, mungkin dewan hakim yang menilai anak kami saat itu, tidak sepintar pelatih dan panitia MTQ “ sesal Djohar yang juga Ketua Ajimat Malra dan Kota Tual.
Dia berharap, ke depan tidak ada lagi anak – anak dan orang tua yang menjadi korban seperti yang menimpa anak dan keluarganya, akibat bobroknya mental pelatih dan panitia MTQ yang membungkus badan dengan Al – Quran dari luar, tetapi didalam praktek kehidupan sehari – hari, sangat jau dari nilai – nilai Keislaman.
Sementara itu pihak panitia penyelenggara MTQ tingkat kecamatan Dullah Selatan, Rudy Bugis ketika dikonfirmasi via telpon selulernya mengaku tidak mengerti dengan persoalan itu. “ kami sebagai panitia sibuk urusan pelaksanaan MTQ 2 kota Tual, jadi lebih jelas hal itu ditanyakan kepada pelatih MTQ Dullah Selatan, karena panitia hanya menerima nama para peserta, sementara yang menentukan peserta ikut lomba ada di tangan pelatih “ tepis Bugis.
( Nery Rahabav, Koran Vox Populi )

PDI – Perjuangan Kota Tual Optimis Menang di Pemilukada 2013

Wakil Ketua Team Pemenagan Pemilu DPD PDI - Perjuangan Kota Tual, Saleh Rengirit. ( dok. Koran Vox Populi )


Vox Populi, Tual – Wakil Ketua bidang pemenangan pemilu DPD PDI – Perjuangan Kota Tual, Saleh Rengirit menegaskan, selaku partai kader, maka konsolidasi partai PDI – perjuangan pada semua tingkatan saat ini gencar dilaksanakan, untuk mengejar target kemenangan di pemilukada Kota Tual 2013 dan pemilu legislatfif 2014. “ kami tetap berjuang untuk itu, selagi ada kata perjuangan, maka PDI – Perjuangan Kota Tual optimis untuk rebut kembali kemenangan pada pemilukada 2013 dan pemilu legislatif 2014 “ tegasnya
Kata Rengirit, Musancab yang berlangsung serentak di dua kecamatan yang ada di Kota Tual yaitu kecamatan Dullah Utara dan Selatan, merupakan bagian dari konsolidasi partai dari tingkat atas sampai bawah, untuk  memperjuangkan hak – hak masyarakat, melalui program partai yang nyata dan berpihak kepada rakyat menuju target kemenangan tersebut.
Menyoal tentang platform partai PDI – Perjuangan sebagai partai wong cilik dalam implementasi di masyarakat Kota Tual saat ini, Rengirit mengaku partai PDI – Perjuangan kota Tual ditengah keterbatasan yang ada, selama ini eksis dan kritis dalam menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat di Kota Tual. “ saya yakin partai kritis yang ada di Kota Tual adalah PDI – Perjuangan, sebab selama ini berbagai masukan telah disampaikan kepada para wakil rakyat yang duduk di kursi legislatif, boleh orang menyatakan kami oposisi, namun tetap dengan semangat oposisi loyal “ ujarnya.
Sementara itu Partai PDI – Perjuangan, dalam sambutanya ketika membuka secara resmi musyawarah anak cabang ( Musancab ) I PDI – Perjuangan Kecamatan Dulla Utara kamis 28 april 2011, di Restoran Pelangi Mangon Rengirit mengajak semua kader untuk tetap kritis dalam memperjuangkan hak – hak dan aspirasi masyarakat di Kota Tual, demi satu perbaikan.
Menurut Rengirit, Musancab yang dilaksanakan merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat anak cabang partai, guna mendengar dan menilai laporan pertanggungjawaban PAC partai, menyusun dan menetapkan program kerja partai pada tingkat anak cabang dan memilih ketua PAC, sekaligus menyusun kepengurusan PAC untuk massa bhakti berikutnya. “ olehnya itu ada beberapa catatan yang harus dipegang semua elemen kader partai, yakni dalam  penetapan program kerja, harus diperhatikan program yang menyentuh kepentingan rakyat, diarahkan pada proses konsolidasi dan penguatan kapasitas partai ditingkat bawah “ tandasnya.
Kata dia, partai PDI – Perjuangan sebagai partai idiologis harus dipahami dan dihayati semua kader partai dari tingkat atas sampai bawah, karena seorang kader pejuang ibarat hitam katakan hitam dan jika merah katakan merah dalam berjuang, jangan timbul sebaliknya.
Pada Musancab itu, Paulus Renwarin terpilih sebagai Ketua PAC PDI – Perjuangan kota Tual, dan Arnoldus Atbar, sebagai sekretaris partai. ( Nery Rahabav, Koran Vox Populi )

Terkait Kasus Asuransi, KNPI Tual Minta Kejati Periksa Gubernur Maluku

Kepala Kejaksaan Negeri Tual, Nurizal Nurdin, SH didampingi Kasi Intel Kejaksaan, Hendrik Sikteubun, SH ketika menerima ratusan pendemo dari gerakan Anti Mafia Hukum ( GERAM ) tanggal 2 Mei 2011 yang menyegel kantor Kejari Tual ( dok. Koran Vox Populi )


Vox Populi, Tual – Komitmen dan integritas Kejati Maluku untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi dana asuransi mantan anggota DPRD Malra periode 199 – 2004, bakal tamba ramai, pasalnya berdasarkan hasil audiens KNPI Kota Tual dengan Kejati Maluku di Ambon rabu 27 april 2011, KNPI Tual  minta Kejati untuk memeriksa Gubernur Maluku dan menghadirkan mantan Kejati Maluku, Septinus Hematang, SH.
Kepada Vox Populi, Ketua KNPI Kota Tual, Ruslany Rahayaan, SE yang didampingi Sekretaris, Taufik Hamud mengakui pertemuan dengan Kejati Maluku, Efendy Harahap, yang juga dihadiri Wakajati Maluku bersama para stafnya di ruang kerja Kejati Maluku, pada intinya KNPI Tual menyampaikan masukan dan hasil telaah kasus dana asuransi yang ditangani untuk ditindaklanjuti. “ KNPI Tual dukung proses penegakan hukum atas kasus ini, namun dari hasil telaah kasus tersebut, ternyata bukan saja legislatif yang terlibat, tapi juga eksekutif saat itu, sebab alokasi dana asurani yang diterima para mantan anggota dewan dari sumber dana APBD bersifat kolektifitas, sesuai aturan perda dan prosudur dan mekanisme keuangan yang baku dan sah baru diterima legislatif “ tandas Rahayaan.
Kata dia, kasus dana asuransi adalah kasus yang memakan waktu cukup lama, karena sudah sepuluh kali pergantian kepemimpinan  Kejati Maluku, baru kasus itu perlahan – lahan diproses hukum, dengan menahan dua mantan anggota dewan yang telah divonis pengadilan, kemudian disusul penahanan kepada 13 mantan anggota dewan lainya. “ KNPI Tual dukung proses hukum, tapi Kejati juga harus mempertimbangkan aspek kemanusian para tersangka, karena banyak dari para mantan anggota dewan sudah berusia lanjut “ ujar Rahayaan.
Dalam pertemuan dengan Kejati Maluku, KNPI Tual juga minta agar para tersangka yang di tahan di Rutan Ambon, segera dipindahkan kembali ke LP Tual, agar mereka mendapat perawatan dari pihak keluarga mengingat banyak dari mereka kondisi kesehatanya sudah tidak memungkinkan. “ kami kuatir, jika mereka yang ditahan sakit lalu meninggal di LP Ambon, maka Kejati Maluku harus bertanggungjawab “ pintah Ketua KNPI Kota Tual.
Terkait permintaan Kejati Maluku untuk memeriksa Gubernur Maluku, Rahayaan menyatakan KNPI Tual akan tetap mendorong Kejati untuk memeriksa orang nomor satu di propinsi Maluku itu, sebab Gubernur yang mengesahkan dana asuransi yang bersumber dari APBD Malra bersama eksekutif. “ Kejati merespon positif tuntutan KNPI Tual, dan beliau berjanji akan segera memanggil orang – orang yang selama ini belum dipanggil tersangkut dana asuransi untuk diperiksa “ ungkap Rahayaan.
Soal tuntutan pemindahan para tersangka ke LP Tual, kata dia Kejati Maluku menyarankan agar KNPI harus memberikan penekanan di Kejaksaan Agung RI di Jakarta. ( Nery Rahabav, Koran Vox Populi )