
Jumat, 12 Februari 2010
Kapolres Malra Himbau Warga Jangan Terpancing Issu Provokatif

Buntut Salah Satu Warga Diparangi, Ohoitel – Watraan Kembali तेगंग, Tak Benar Warga Kena Tembakan Polisi

Dana Subsidi Desa Tahun 2008 Sebesar Tiga Millyar Dipertanyakan Masyarakat

CK Terpanggil Untuk Pulang Bangun Negeri
Tual, VP – Kehidupan masyarakat kecamatan pp Kur yang termarjinalkan dari bergbagai aspek pembangunan, baik pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sarana serta prasarana membuat salah satu anak negeri yang selama ini menempati posisi jabatan strategis di Pemkot Tual, merasa terpanggil untuk pulang kampug membangun negerinya.
Camat PP Kur, Asis Fidmatan, yang biasa disapa dengan sebutan CK, adalah salah satu anak negeri yang memiliki komitmen kuat untuk kembali ke wilayah yang dikenal dengan sebutan pulau kenari itu untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Kur yang selama ini tertinggal dari berbagai aspek pembangunan.
Sejak dilantik jadi orang nomor satu di kecamatan itu, CK membuat gebrakan baru dalam meruba paradigma atau stigma yang selama ini dialami masyarakat pp Kur, dengan menerapkan berbagai program yang diramu dalam visi dan missi untuk membangun masyarakat Kur lebih baik ke depan. Selain pencanangan program seratus hari kerja, CK membangun kemitraan dengan pers, khusus media cetak lokal di Tual dan kota Ambon, untuk mempublikasihkan konsep pembangunan yang telah dibuat sebelumnya.
Namun dibalik gebrakan perubahan yang dibuat CK, masih ada saja oknum masyarakat yang menilai miring dan memberikan apresiasi negatif atas karya anak negeri itu.
CK ketika dikonfirmasi Vox Populi, menyatakan pilihan menjadi Camat di wilayahnya, merupakan pilihan yang terbaik, sebab dirinya merasa terpanggil untuk kembali membangun masyarakat Kur yang selama ini termarjinalkan. “ saya terpanggil sebagai anak negeri untuk pulang bangun kampung “ tandas CK.
Dia mengaku, membangun kecamatan Kur, tidak semudah membalik telapak tangan, karena dengan berbagai persoalan kompleksitas yang ada, dikaitkan dengan carakter masyarakat disana, perlu ada sebuah konsep yang dibuat, sebagai pedoman arah pengambilan kebijakan dalam melaksanakan tugas – tugas pemerintahan. “ sebelum jadi Camat, saya sudah buat konsep membangun masyarakat Kur ke depan, yang dibukukan dan diberi judul, aksi menuju perubahan, meretas jalan menuju perubahan membangun masyarakat Kur “ ujar CK.
Ditegaskan, dari konsep tersebut, kemudian dirinya menyusun program kerja tahunan, tiga program prioritas yang harus segera dilaksanakan adalah pendidikan, kesehatan dan transportasi. “ rakyat Kur mendukung program kerja yang dicanangkan “ katanya.
Saat ini kata CK, langkah konkrit yang dilakukan, adalah menginvertarisir para guru dan pegawai yang mengabdi diwilayah itu. “ 2010, kita sudah benahi semuanya, semua akan ditertibkan kembali “ tuturnya.
CK mengatakan, dirinya membuka diri kepada semua elemen masyarakat untuk memantau dan mengawasi kinerjanya, sesuai visi dan missi yang dicanangkan.
Menyoal tentang langkah yang dilakukan untuk membangun masyarakat, masih mendapat sorotan dari oknum elemen masyarakat di wilayah itu, CK menyatakan itu hal wajar, namun pada prinsipinya, dirinya berbuat sesuatu, tidak mungkin merugikan masyarakat Kur. “ saya komitmen kedepan akan buat yang terbaik bagi masyarakat disana, bila perlu saya jadikan kecamatan Kur sebagai wilayah percontohan, di kabupaten malra dan kota tual “ tandas CK. ( team vox populi )
Penempatan Langgur Jadi Ibu Kota Kabupaten Malra Adalah Final

Kamis, 11 Februari 2010
Bupati Malra Minta PNS Hindari Kesan Mutasi Sebagai Hukuman
Langgur, VP – Sedikinya Sembilan puluh satu orang pejabat eslon III/ IV di Lingkungan Pemkab Malra, pada selasa malam kemarin ( 9/2 ) dilantik dan diambil sumpah sebagai pejabat structural di Pemkab Malra. Upacara pelantikan itu dipimpin langsung Bupati Malra, Ir. Anderias Rentannubun, disaksikan Wakil Bupati, Drs. Yunus Serang, Sekretaris Daerah, Ir. Petrus Beruatwarin, M.Si dan
para pimpinan SKPD.
Bupati Malra dalam sambutanya, minta seluruh Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) untuk menghindari tafsiran dan kesan kalau mutasi sebagai hukuman, jika diangkat dalam jabatan atau dipindahkan dari dinas atau kantor yang satu k eke dinas atau bagian lainya. “ saya minta PNS hindari tafsiran itu, kesan ini sesungguhnya hanya sebuah opini yang tak bisa dibuktikan keabsahanya “ pintahnya.
Bupati Rentanubun menegaskan kebijakan melakukan mutasi merupakan sesuatu yang normative dan biasa dalam rangka pembinaan karierdan optimalisasi kinerja berdasarkan kompetensi yang dimiliki oleh PNS yang bersangkutan. “ pergeseran jabatan akan menambah wawasan, adaptasi lingkungan, dan penyegaran suasana bagi peningkatan kinerja “ ujarnya.
Bupati berharap, agar seluruh PNS dapat berkompetisi sehat, dan terus membekali diri dengan kemampuan kinerja kerja yang handal dan professional untuk menghadapi tantangan pelaksanaan tugas jabatanya. “ tantangan yang dihadapi saudara akan semakin berat, beberapa perencanaan pembangunan yang dilaksanakan kedepan kiranya dapat dilaksanakan dengan baik serta sedapat mungkin pengendalianya sejalan dengan pencapaian visi pemerintah daerah yang tekah ditetapkan.
Pada kesempatan itu Bupati Malra mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan para pejabat structural tersebut telah beberapah kali mengalami penundaan, hal itu didasari atas pertimbangan kehati – hatian akan pentingnya pelaksanaan prinsip – prinsip profesionalisme, kompetensi dan kemampuan untuk dapat melakukan kerja sama. “ saya berharap komitmen saudara, untuk mengubah dan melakukan pergeseran orientasi pelaksanaan tugas dari yang bersifat rutinitas semata kepada suatu komitmen “ harap Bupati Rentanubun. ( nery rahabav. koran vox populi )
Selasa, 09 Februari 2010
Refleksi Hari Pers Nasional 9 Pebruari 2010 Pers Malra dan Kota Tual Antara Hidup Segan, Mati Tak Sudi

Langganan:
Postingan (Atom)