Selasa, 27 April 2010

1.782 Siswa SMA di Maluku tak Lulus UN


Ambon - Sebanyak 1.782 siswa SMA di Maluku dinyatakan tak lulus Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2009/2010. Sementara yang lulus berjumlah 16.493 siswa, dari jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 18.275 siswa.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Maluku Salim Kairoty kepada wartawan, di Ruang Rapat Kantor Dikpora Maluku, Senin (26/4).
"Provinsi Maluku peserta UN SMA 18.275 siswa dan lulus ujian 16.493 siswa dengan presentase 90,25%. Siswa yang mengikuti ujian ulang 1.782 dengan presentase 9,75 persen, dengan demikian kita bandingkan dengan tahun 2008-2009 89,93 persen, berarti mengalami peningkatan 1,22 persen," terangnya.
Kairoty kemudian menjelaskan, untuk Kota Ambon jumlah peserta yang mengikuti UN SMA berjumlah 4.679 siswa, yang lulus 4.452 dan tidak lulus 227 siswa. Kota Tual jumlah peserta yang mengikuti UN 748 siswa, yang lulus 665 siswa yang tidak lulus 83 siswa. Kabupaten Maluku Tengah, jumlah peserta yang mengikuti UN 4646 siswa yang lulus 4309 siswa yang tidak lulus 337 siswa. Kabupaten Buru, jumlah peserta yang mengikuti UN 1.295 yang lulus 1.238 dengan yang tidak lulus 57 siswa.
Kabupaten Maluku Tenggara, jumlah peserta yang mengikuti UN 1.152 siswa yang lulus 1.015, yang tidak lulus 137 siswa. Kabupaten Maluku Tenggara Barat jumlah peserta yang mengikuti UN 1.065, siswa yang lulus 835 siswa, yang tidak lulus 230 siswa. Kabupaten Seram Bagian Timur, jumlah peserta yang mengikuti UN 1.048 siswa, yang lulus 1.015 yang tidak lulus 33 siswa.
Kabupaten Seram bagian Barat, jumlah peserta yang mengikuti UN 1.796, yang lulus 1.606, sedangkan yang tidak lulus 190 siswa. Kabupaten Kepulauan Aru, jumlah peserta yang mengikuti UN 715 siswa, yang lulus 669 siswa, dan yang tidak lulus 46 siswa. Kabupaten Buru Selatan, jumlah peserta yang mengikuti UN 511 siswa, yang lulus 402 , dan yang tidak lulus 109 siswa. Kabupaten Maluku Barat Daya, jumlah peserta yang mengikuti UN 620, yang lulus 287, dan yang tidak lulus 333 siswa
"Nilai rata-rata untuk hasil UN SMA yang tertinggi antara lain SMA Siwalima dengan nilai rata-rata sebesar 8,53, SMA Xaverius 8,30, SMA Negeri 1 Ambon 8,27, SMA Kristen Ambon 8,25 dan SMA Angkasa Pura 8,25," jelas Kairoty.( siwalima )

Senin, 26 April 2010

Semua Siswa SMK PGRI di Ambon Tidak Lulus


Ambon: Ke-21 murid kelas tiga SMK Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Ambon harus mengulang ujian nasional. Pasalnya, nilai yang mereka peroleh saat ujian nasional belum mencukupi standar kelulusan.
Sebanyak 21 peserta ujian nasional ini merupakan bagian dari 796 siswa kelas III SMA/SMK/MA di Ambon yang harus mengulang ujian nasional yang akan dilaksanakan mulai tanggal 10 Mei mendatang. Adapun jumlah semua peserta ujian nasional adalah 6.160 siswa.
Pengumuman kelulusan ujian nasional di SMK PGRI dilakukan pukul 17.00 WIT, bersamaan dengan pengumuman kelulusan ujian nasional di 44 SMA/SMK/MA lainnya. Pengumuman kelulusan di SMK PGRI dilakukan sendiri oleh Ketua Panitia Ujian Nasional Kota Ambon Jan Lawalata dan Kepala SMK PGRI R Mual.
Orangtua atau anggota keluarga yang mendampingi 21 murid kelas III tersebut sontak kaget saat mengetahui anak-anak mereka harus mengulang ujian nasional. Beberapa anak itu pun terlihat langsung menangis.
Lawalata dan R Mual kemudian meyakinkan para murid bahwa mereka hanya disuruh mengulang ujian nasional, bukan tidak lulus ujian nasional. “Belajar lebih ditingkatkan, orangtua pun harus memerhatikan anak-anaknya dan membimbing mereka,” ujar Lawalata.
Antoni Atuany, kakak dari Inte Yelin Atuany, salah satu peserta ujian nasional di SMK PGRI, mengatakan bahwa adiknya sudah belajar intensif menjelang ujian nasional. “Lampu listrik padam, adik saya masih belajar, kok hasilnya harus mengulang? Orangtua yang ada di Seram bisa kecewa kalau tahu anaknya harus mengulang ujian,” ujarnya.
R Mual tidak heran kalau ternyata murid-muridnya harus mengulang ujian nasional. “Mereka sudah berusaha, tetapi ternyata hasilnya belum memuaskan. Kami akan tingkatkan lagi pemberian pelajaran kepada mereka agar bisa lulus saat ujian ulang nanti,” tambahnya.
Selain di SMK PGRI, kondisi di SMKN 2 Ambon pun hampir serupa. Dari 122 peserta ujian, 121 murid di antaranya dinyatakan harus mengulang. (kompas)

Prosentase Kelulusan SMA / SMK di Malra Sedikit Menurun, Kota Tual Ada peningkatan


Langgur, VP – Hasil Ujian Akhir Nasional ( UAN ) tingkat SMA / SMK di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual secara resmi telah diumumkan, senin kemarin ( 26/4 ). Dari data yang sementara yang diperoleh Vox Populi dari Dinas Pendidikan Maluku Tenggara dan Kota Tual untuk hasil UAN tahun 2010 tingkat SMA / SMK, prosentase kelulusan sedikit mengalami penurunan, bila dibandingkan pada tahun 2009 lalu.
Berdasarkan hasil pantauan Koran ini pada beberapah sekolah yang melaksanakan pengumuman UAN sejak pagi hingga sore hari yakni SMA Sanata Karya Langgur, dari jumlah siswa / siswi peserta UAN 149 orang, yang lulus 145 orang, tidak lulus 4 orang.  SMA Negeri 1 Kei Kecil, peserta UAN 284 orang, yang lulus 267 orang, tidak lulus 17 orang. Sedangkan SMA Negeri 2 Kei Kecil, jumlah peserta UAN 171 orang, yang lulus 157 orang, tidak lulus 14 orang.
Sementara untuk SMK Pariwisata Langgur, jumlah peserta UAN 17 orang, yang lulus 16 orang, tidak lulus 1 orang. SMK Negeri 1 Kei Kecil, jumlah peserta UAN 260 orang, yang lulus 122 orang, tidak lulus 111 orang dan peserta yang tidak ikut UAN 27 orang. SMK Siwa Lima Langgur, jumlah peserta UAN 155 orang, yang lulus hanya 17 orang dan tidak lulus 138 orang.
Untuk SMA / SMK di Kota Tual, sesuai keterangan Kepala Bidang Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Tual, Akib Hanubun, ketika dihubungi Vox Populi via telpon selulerya menyebutkan kalau  sedikit mengalami peningkatan.
Dikatakan, dari  jumlah peserta UAN tingkat SMA / SMK sebanyak delapan sekolah yang tersebar di empat kecamatan yakni berjumlah 748 0rang, yang lulus UAN 665 orang, sedangkan yang tidak lulus hanya 83 orang. Prosentase kelulusan sedikit baik yakni 88,90 %.
Khusus peserta UAN SMA di Kecamatan Tayando pada tahun ini menempati rangking pertama kelulusan terbaik dengan angka 100 % lulus, sedangkan SMA Madrasa di Kecamatan Kur, peserta UAN 36 orang, yang tidak lulus 10 orang.
Bila dibandingkan dengan SMA / SMK di Kota Tual, sedikit mengalami penurunan, hal itu terjadi pada SMA Negeri 2 Tual di pulau Dullah, dari jumlah peserta UAN 39 orang, yang lulus hanya 9 orang. SMA Terpadu, 3 orang tidak lulus dan SMA Muhamadiya hanya 1 orang yang tidak lulus.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malra, Martinus Mon, S.Pd ketika dikonfirmasi via telpon  selulernya terkait prosentase kelulusan SMA / SMK tahun 2010, menyebutkan prosentase kelulusan untuk tingkat SMA mencapai 88,11 persen, sedangkan SMK, prosentase yang lulus UAN hanya 37 persen. Kata Mon, prosentase Kelulusan ini sedikit menurun bila dibandingkan tahun 2009 lalu.
Ketika ditanya factor – factor apa yang menyebabkan menurunya angka kelulusan UAN tingkat SMA / SMK tahun ini, Sekretaris Dinas Pendidikan kabupaten Malra itu menyatakan sangat kompleks. “ persoalan ini sangat kompleks, mulai dari kompetensi guru di sekolah yang bersangkutan, manajemen sekolah, dan factor lainya “ katanya.
Kata dia, ini satu proses yang akan terus dibenahi untuk diperbaiki oleh semua stakeholder di bidang pendidikan. (Koran Vox Populi, Maluku Tenggara Edisi 155, Selasa 27 April 2010)   


Manajemen Baru MTJ Dinilai Tertutup, KNPI Tual Cabut Dukungan


Tual, VP – Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ) Cabang Kota Tual, menyatakan secara resmi mencabut dukungan kepada perusahan ikan yang berkedudukan di Desa Ngadi, Kota Tual itu, sebab dinilai pihak manajemen baru saat ini sangat tertutup. “ secara resmi KNPI menyurati Tomy Winata mencabut dukungan terhadap operasionalisasi MTJ, karena pihak manajemen sangat tertutup atas actifitas perusahan itu, pasca hengkanya mantan Direktur MTJ, David Djioe dari Tual “ tandas Ketua KNPI Kota Tual, Ruslany Rahayaan.
Rahayaan, mengaku bila dibandingkan antara manajemen kepemimpinan MTJ pasca David Djioe, dengan manajemen baru saat ini sangat jau dari harapan masyarakat soal keterbukaan dan transparansi tentang actifitas perusahan ikan tersebut. “ David Djioe, hanya karena terkontaminasi soal adat, padahal orangnya terbuka kepada siapa saja, sedangkan manajemen baru dibawah pimpinan Direktur A. Hukubun, dinilai sangat tertutup “ ungkapnya.
Ditegaskan, pihak manajemen MTJ saat ini diduga sedang merekayasa actifitas perusahan itu, dengan mendatangkan investor asal China dan Gubernur Maluku untuk melakukan kunjungan kerja di perusahaan tersebut. “ KNPI butuh MTJ transparan, bagaimana manajemen hari ini ?, harus membuka kesempatan kembali kepada karyawan – karyawati yang di PHK kemarin “ ujarnya.
Selain itu, Kata Ketua KNPI Tual, tentang kehadiran investor China bersama puluhan kapal – kapal ikan yang akan beinvestasi di daerah ini, pihak manajemen MTJ harus diminta pertanggungjawaban kontribusi bagi Pemkot Tual, baik pajak dll. “ saya berharap jangan ada lagi David Djioe yang baru, buat pembodohan kepada masyarakat, kemarin puluhan karyawan yang terkena dampak PHK oleh PT MTJ sampai saat ini belum mendapat perhatian, KNPI Tual sudah koordinasi dengan pimpinan sementara MTJ, R. Krisna, beliau katakan akan merekrut kembali karyawan yang di PHK, namun sampai saat ini tidak ada tranparansi tentang hal ini “ ujarnya.
Kata dia, Dukungan yang diberikan KNPI Kota Tual, kepada pemilik perusahan tersebut, Tomy Winata yang dibuat secara tertulis agar MTJ kembali beroperasi di Kota Tual ternyata keliru, sebab KNPI berharap dengan kehadiran MTJ membawah dampak efek sosial kepada masyarakat, membantu Pemda, memberikan kontribusi jelas, mengurangi pengangguran dll, tapi ternyata itu sangat jau dari harapan masyarakat. “ secara resmi KNPI kembali menyurati MTJ, menarik dukunganya, dan membentuk team khusus melakukan advokasi terhadap seluruh actifitas MTJ sampai saat ini, bahkan tidak menutup kemungkinan ada gerakan untuk menolak manajemen saat ini di MTJ “ tegas Ruslany Rahayaan.
Mabes Polri Diminta Pantau Actifitas MTJ
Sementara itu Ketua KNPI Kota Tual, Ruslany Rahayaan, juga minta aparat penegak hukum dalam hal ini Mabes Polri, Polda Maluku, dan Polres Malra agar terus memantau actifitas PT MTJ. “ polisi kalau lakukan investigasi terkait dugaan – dugaan yang terjadi di MTJ, harus dibuka secara transparan kepada masyarakat, jangan ditutup – tutupi “ pintahnya.
Rahayaan mensinyalir ada dugaan praktek bisnis illegal yang terjadi di PT MTJ Ngadi yakni bisnis illegal Oil. “ polisi harus buka hasil investigasi terkait hasil temuan yang ditemukan di MTJ, soal bisnis illegal Oil harus dibuka kepada seluruh masyarakat Kota Tual “ tandasnya.
Sementara pihak manajemen MTJ, yang beberapah kali dihubungi via telpon selulernya untuk diminta konfirmasi belum berhasil ditemui. (Koran Vox Populi, Maluku Tenggara Edisi 155, Selasa 27 April 2010)   

Pemkab Malra Bangun Terminal Luar Kota Dipuncak Rumheng


Langgur,VP-Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Kota Langgur maka Pemerinta Daerah Kabupaten Maluku Tenggara akan membangunan Terminal Luar Kota dikawasan Puncak Rumheng tepatnya dibelakang Stasion Pemancar Radio Republik Indonesia (RRI),Ohoi Faan Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).
Hal ini disampaikan Bupati Malra Ir.Anderias Rentanubun dalam pertemuan dengan Tokoh Masyarakat,Tokoh Adat,Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Ohoi Faan dan Wearlilir, yang berlangsung di Balai Pertemuan Serwod Taival Ohoi Faan,Sabtu (24/4) kemarin,turut hadir dalam pertemuan tersebut Raja Faan Patrick Renwarin yang juga Kepala Ohoi Faan dan Kepala Ohoi Wearlilir Vinansius Rettobyaan.
Dijelaskan,maksud dan tujuan Pembangunan Terminal Luar Kota tersebut yakni untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan yang lebih terpenting adalah meningkatkatkan kesejateraan masyarakat yang ada di Kabupaten Malra,karena dengan adanya Terminal Luar Kota maka sudah tentu akan ada aktifitas jual-beli dan lain sebagainya dikawasan tersebut.
Bupati Malra dalam pertemuan tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada seluru lapisan masyarakat yang ada di Ohoi Faan dan Wearlilir,karena selama Petugas Lapangan yang berasal dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Maluku Tenggara melakukan pengawasan terhadap pekerjaan penggusuran lahan untuk proyek pembangunan Jalan Poros yang menghubungkan Kota Langgur-Bandara Ibra Baru dan Pelabuhan Uf-Mar belum melakukan sosilaisasi kepada masyarakat,namun masyarakat di Ohoi Faan dan Wearlilir tetap memberikan dukungan dan partisipasi yang baik dalam rangka mendukung program pembangunan dari Pemkab Malra.
Rentanubun mengaku, Pemkab Malra selama ini belum melakukan sosialisai kepada masyarakat terkait proyek pembangunan Jalan Poros dan rencana pembangunan Terminal Luar Kota,namun selaku kepanjangan tangan dari Bupati Malra tugas sosialisasi tersebut sudah dilaksanakan oleh Kepala Ohoi Faan, Patrick Renwarin dan Kepala Ohoi Wearlilir, Vinansius Rettobyaan.
Terkait dengan Rencana Pembangunan Terminal Luar Kota yang terletak dibelakang Stasion Pemancar RRI Puncak Rumheng,Bupati Malra Ir.Anderias Rentanubun dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa,sebelum dilaksanakan proses Pembangunan Terminal Luar Kota maka nantinya Pemkab Malra lewat Kepala Ohoi Faan Patrick Renwarin akan  melakukan pendekatan dan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat pemilik lahan dan kait yang ada dikawasan tersebut,termasuk melakukan pendataan terhadap para Pemilik Lahan dan Kait sekaligus dengan kepemilikan Tanaman Umur Pendek seperti Embal dan Tanaman Umur Panjang seperti Kelapa dan lain-lain,sosialisasi dan pendataan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan di kemudian hari (Koran Vox Populi, Maluku Tenggara Edisi 155, Selasa 27 April 2010)   

Kawasan Tavlul Akan Dijadikan Pelabuhan Feri


Langgur,VP- Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dalam waktu dekat akan membangun Pelabuhan atau Dermaga Feri di Kawasan Tanjung Tavlul Ohoi Wearlilir Kecamatan Kei Kecil,hal ini disampaikan Bupati Malra Ir.Anderias Rentanubun saat bertatap muka dengan Tokoh Masyarakat,Tokoh Adat,Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Ohoi Faan dan Wearlilir, yang berlangsung di Balai Pertemuan Serwod Taival Ohoi Faan,Sabtu malam (24/4).
Kata Rentanubun, suka atau tidak suka Wilayah Wearlilir,Faan,Kolser,Ngayub,Loon,Kelanit,Sathean dan Ibra masuk dalam Wilayah Kota Langgur,sehingga sudah barang tentu diikuti dengan pembangunan fasilitas Umum yang pasti akan berdampak langsung terhadap kepemilikan Lahan maupun Kait,yang menjadi milik masyarakat di wilayah tersebut.
“pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan terimakasi kepada seluru masyarakat Ohoi Wearlilir dan Faan atas dukungan serta partisipasinya kepada Pemkab Malra dalam melaksanakan program-program pembangunan diwilayah ini,sehingga program pembangunan yang dijalankan oleh Pemkab Malra dapat berjalan dengan aman dan lancar,”kata Bupati.
Bupati Malra menjelaskan,sesuai dengan rencana Tata Ruang Kota Langgur maka diwilayah Ohoi Wearlilir dan Faan akan dilaksanakan beberapa program pembangunan seperti Dermaga Feri yang akan dibangunan diseputaran Tanjung Tavlul,Terminal Luar Kota dan Pembangunan Jalan Poros yang menghubungkan Lapangan Terbang Ibra Baru dan Pelabuhan Uf-Mar,Pembangunan Kawasan Perkantoran yang berada diruas Jalan Langgur-Debut.
“tentu dengan pembangunan sarana dan prasarana tersebut akan menggunakan banyak lahan serta sudah pasti akan berdampak pada tanaman-tanaman milik masyarakat baik tanaman umur pendek seperti Embal dan tanaman umur panjang seperti Kelapa dan lain-lain,maka khusus untuk tanaman umur pendek dan panjang perlu saya tegaskan sudah ada standar harga tanaman sesuai dengan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian,sehingga diharapkan semua komponen masyarakat berpatokan pada standar harga baku yang sudah ada,”tegasnya.
Pada pertemuan tersebut ada pula saran dan pendapat dari masyarakat Ohoi Wearlilir dan Faan, yang pada intinya mendukung sepenuhnya apa yang diprogramkan oleh Pemkab Malra ,tetapi sebaliknya Pemkab Malra juga memperhatikan kesejateraan masyarakat diwilayah tersebut,karena banyak lahan dan tanaman milik masyarakat yang terkena langsung dampak dari pembangunan proyek Dermaga Feri,Terminal Luar Kota,Jalan Poros yang menghubungkan Kota Langgur-Lapangan Terbang Ibra dan Pelabuhan Uf-Mar.
Menanggapi hal itu, Bupati Malra Ir.Anderias Rentanubun lewat kesempatan itu menyatakan menerima saran dan masukan dari masyarakat.(Koran Vox Populi, Maluku Tenggara Edisi 155, Selasa 27 April 2010)   

Minggu, 25 April 2010

Pemerintah RMS Siap Dialog dengan RI


AMBON – Pemerintah Republik Maluku Selatan (RMS) dalam pengasingan di Belanda memperingati ulang tahun proklamasi ke-60 pada hari ini, Minggu (25/4/2010) .
Upacara peringatan proklamasi RMS tersebut berlangsung di Venesluis, Hoogeveen, Belanda, diwarnai dengan parade militer dan pengibaran bendera RMS warna biru-putih-hijau-merah.
Sebelumnya presiden RMS, John Wattilete, kepada media setempat menyatakan bahwa pihaknya siap untuk berdialog dengan pemerintah Indonesia. “Asal saja dalam suasana tanpa tekanan,” ujar Wattilete.
John Wattilete, terpilih sebagai presiden RMS pada awal bulan ini, menggantikan dokter Frans Lodewijk Johannis Tutuhatunewa.
Wattilete, seorang advokat, adalah presiden RMS pertama dari generasi kedua dalam pengasingan di Belanda dan dikenal bervisi lebih pragmatis daripada para pendahulunya.
Wattilete berpendapat bahwa Maluku Merdeka tidak lagi prioritas absolut. Meskipun kemerdekaan masih tetap sebagai tujuan utama, namun pihaknya bisa menerima otonomi khusus seperti Aceh.
Menanggapi pernyataan Wattilete, Dubes RI J.E. Habibie menyambut baik pengesampingan cita-cita negara Maluku Merdeka tersebut dan menegaskan kembali bahwa Maluku saat ini sudah otonom. detik.com